Selasa, 10 November 2009

KHUTBAH ‘IDUL ADHA

Bersikap Memerlukan Pengorbanan
Oleh KH.Yusuf Supendi,Lc

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walilaahilhamd

Hadirin yang dirahmati Allah swt.

Bapak-bapak, ibu-ibu serta hadirin jama’ah shalat Idul Adha Rahimakumullah,

Pada hari yang mulia ini, 10 Dzulhijah 1430 H seluruh umat Islam di seantero dunia memperingati hari raya Idul Adha atau hari raya qurban. Sehari sebelumnya, 9 Dzulhijah 1430 H, jutaan umat Islam yang menunaikan ibadah haji wukuf di Arafah, berkumpul di Arafah dengan memakai ihram putih sebagai lambang kesetaraan derajat manusia di sisi Allah, tidak ada keistimewaan antar satu bangsa dengan bangsa yang lainnya kecuali takwa kepada Allah.






“ Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. QS Al-Hujaraat (49):13

Peringatan hari raya ini tak bisa dilepaskan dari peristiwa bersejarah ribuan tahun silam ketika Nabi Ibrahim as, dengan penuh ketaqwaan, memenuhi perintah Allah untuk menyembelih anak yang dicintai dan disayanginya, Nabi Ismail as. Atas kekuasaan Allah, secara tiba-tiba yang justru disembelih oleh Nabi Ibrahim as telah berganti menjadi seekor kibas (sejenis domba). Peristiwa itulah yang kemudian menjadi simbol bagi umat Islam sebagai wujud ketaqwaan seorang manusia mentaati perintah Allah swt. Ketaqwaan Nabi Ibrahim kepada Allah swt diwujudkan dengan sikap dan pengorbanan secara totalitas, menyerahkan sepenuhnya kepada sang Pencipta dari apa yang ia percaya sebagai sebuah keyakinan.

Allah swt berfirman dalam Qur’an Surat 12 ayat 111,’


Artinya: Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

Betapa beratnya ujian dan cobaan yang dialami oleh Nabi Ibrahim AS. Beliau harus menyembelih anak semata wayang, anak yang sangat disayang. Namun dengan asas iman, tulus ikhlas, taat dan patuh akan perintah Allah swt Nabi Ibrahim AS akhirnya mengambil keputusan untuk menyembelih putra tercintanya Ismail, beliau memanggil putranya dengan pangilan yang diabadikan dalam Al Quran Surat Ash Shaafaat (37) ayat 102,



“ Maka tatkala anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim , Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirlah apa pendapatmu?” “ Ia menjawab:” Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar “


Ismail sebagai anak shaleh, senantiasa patuh kepada orang tua, tidak pernah membantah perintah orang tua, setia membantu orang tua di antaranya membangun Ka’bah Baitullah di Makkah.


Ibrah atau pelajaran
1. Sebagai orang tua atau pimpinan tidak bertindak otoriter atau sewenang-wenang. Orang tua yang baik adalah orang tua yang mendidik anaknya dengan contoh dan ketauladanan. Seorang pemimpin yang baik akan ditiru oleh rakyatnya jika ia memberikan contoh perilaku yang baik. Seorang pemimpin tidak diikuti ucapannya, tetapi perilaku atau tindak tanduknya. Seorang pemimpin juga harus menjunjung nilai-nilai demokratis, tidak selalu memberikan perintah-perintah, tetapi juga harus mendengarkan aspirasi rakyatnya.
2. Peran sang Ibu dalam mendidik sehingga melahirkan anak yang sholeh.
Peran Ibu sbg madrasah/sekolah utama dan pertama bagi anak sangat penting. Pendidikan anak sholeh dimulai dari saat pertemuan benih dan sel telur, diawali do'a mohon perlindungan dari syetan. Mulai dari kandungan banyak dibacakan ayat2 Qur'an. Dari peran Ibulah, karakter anak sholeh dapat terbentuk. Intensitas pertemuan yang cukup, memungkinkan penanaman dan sosialisasi nilai-nilai normatif, akhlak, dan perilaku terpuji lainnya dapat terinternalisasi pada diri anak.

3. Pembentukkan anak sholeh tergantung dari orang tua
Banyak orang tua yang beranggapan bahwa pendidikan itu akan terbentuk hanya di sekolah-sekolah, jadi tidaklah perlu orang tua mengarahkan anak-anaknya di rumah. Bahkan ada sebagian orang tua yang tidak tahu tujuan dalam mendidik anak. Perlu kita pahami, bahwasannya pendidikan di rumah yang meskipun sering disebut sebagai pendidikan informal, bukan berarti bisa diabaikan begitu saja. Orang tua harus memahami bahwa keluarga merupakan institusi pendidikan yang tidak kalah pentingnya dibandingkan institusi pendidikan formal. Ini bisa dimengerti karena keluarga merupakan sekolah paling awal bagi anak. Di keluargalah seorang anak pertama kali mendapatkan pengetahuan, pengajaran dan pendidikan.

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd,
Bapak-bapak, ibu-ibu serta hadirin jama’ah shalat Idul Adha Rahimakumullah,

Kata kurban dalam bahasa arab berarti mendekatkan diri. Dalam fiqh Islam dikenal dengan istilah udh-hiyah, sebagian ulama mengistilahkannya an-nahr sebagaimana yang dimaksud dalam QS Al-Kautsar (108): 2,



“ Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah “

Akan tetapi, pengertian korban bukan sekadar menyembelih binatang korban dan dagingnya kemudian disedekahkan kepada fakir miskin. Akan tetapi, secara filosofis, makna korban meliputi aspek yang lebih luas.

Dalam konteks sejarah, dimana umat Islam menghadapi berbagai cobaan, makna pengorbanan amat luas dan mendalam. Sejarah para nabi, misalnya Nabi Muhammad dan para sahabat yang berjuang menegakkan Islam di muka bumi ini memerlukan pengorbanan. Sikap Nabi dan para sahabat itu ternyata harus dibayar dengan pengorbanan yang teramat berat yang diderita oleh Umat Islam di Mekkah ketika itu. Umat Islam disiksa, ditindas, dan sederet tindakan keji lainnya dari kaum kafir quraisy. Rasulullah pernah ditimpuki dengan batu oleh penduduk Thaif, dianiaya oleh ibnu Muith, ketika leher beliau dicekik dengan usus onta, Abu Lahab dan Abu Jahal memperlakukan beliau dengan kasar dan kejam. Para sahabat seperti Bilal ditindih dengan batu besar yang panas ditengah sengatan terik matahari siang, Yasir dibantai, dan seorang ibu yang bernama Sumayyah,ditusuk kemaluan beliau dengan sebatang tombak.

Tak hanya itu, umat Islam di Mekkah ketika itu juga diboikot untuk tidak mengadakan transaksi dagang. Akibatnya, bagaimana lapar dan menderitanya keluarga Rasulullah SAW. saat-saat diboikot oleh musyrikin Quraisy, hingga beliau sekeluarga terpaksa memakan kulit kayu, daun-daun kering bahkan kulit-kulit sepatu bekas.

Sejarah nabi Yusuf as yang disiksa dan dibuang ke sebuah sumur tua oleh para saudaranya sendiri adalah bagian dari pengorbanan beliau menegakkan kebenaran. Sejarah nabi Musa as yang mengalami tekanan, tidak hanya dari Fir’aun, tetapi juga kaumnya, adalah juga wujud dari pengorbanan beliau.

Pengorbanan Nabi Suaib juga dikisahkan dalam QS Al-A’raf, ayat 88,


”Pemuka-pemuka dari kaum Syu’aib yang menyombongkan diri berkata: ”Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami”. Berkata Syu’aib: ”Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya?” (QS AL-A’raf ayat 88)

Qur’an Surat Ibrahim Ibrahim (14) ayat 12-13,


(12) Mengapa kami tidak akan bertawakkal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu berserah diri”.


(13) Orang-orang kafir berkata kepada Rasul-rasul mereka: ”Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu kembali kepada agama kami”. Maka Tuhan mewahyukan kepada mereka: ”Kami pasti akan membinasakan orang-orang yang zalim itu.

Dalam konteks kekinian, pengorbanan umat Islam di berbagai belahan dunia terlihat nyata di Palestina, Kashmir, Thailand Selatan, dan Philipina Selatan. Dengan sikap dan keyakinan mereka terhadap Islam, mereka harus mengalami berbagai penyiksaan dan penindasan oleh penguasa. Umat Islam di Palestina menjadi gambaran betapa pengorbanan yang dipikul sangat berat. Mereka mengalami penyiksaan, penganiayaan, dan bahkan blokade di kawasan Jalur Gaza oleh Israel laknatullah. Akan tetapi, umat Islam di Palestina tidak ada kata menyerah. Mereka terus berjuang membela martabat dan kehormatan bangsa dan agamanya. Sama halnya dengan yang terjadi di kawasan lain dunia.

Dalam sejarah perjuangan bangsa, para pahlawan mengorbankan jiwa raga, harta benda untuk kemerdekaan bangsanya. Jenderal Sudirman harus keluar masuk hutan memimpin tentara Indonesia berjuang melawan Belanda. Sikap para tokoh bangsa yang dipenjara, dibuang, dan disiksa adalah sebagai wujud dari keyakinan mereka akan kebenaran. Ribuan nyawa yang mati adalah pengorbanan mereka terhadap negeri ini. Tentu saja, mereka berkorban atas dasar sikap yang mereka percaya sebagai sebuah kebenaran. Pengorbanan para pemuda di berbagai tempat di Indonesia menghadapi penjajah, adalah sebagai wujud dari sikap mereka mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walilaahilhamd
Bapak-bapak, ibu-ibu serta hadirin jama’ah shalat Idul Adha Rahimakumullah,

Dalam konteks keseharian kita, pengorbanan juga bisa dilihat dari pengorbanan seorang pemimpin yang berusaha untuk mensejahterakan rakyatnya, pengorbanan seorang isteri terhadap suami dan anak-anaknya, serta sebaliknya, anak terhadap kedua orang tuanya.

Seorang pemimpin yang adil terhadap rakyatnya dan berusaha memberikan kontribusinya bagi negaranya adalah wujud pengorbanan. Seorang suami sebagai kepala rumah tangga berjuang membanting tulang demi menafkahi dan membahagiakan keluarganya. Seorang istri mengabdi setia kepada suaminya juga sebagai wujud pengorbanan. Orang tua yang mendidik dan membesarkan anak-anaknya sehingga menjadi berhasil, adalah juga wujud pengorbanan.

Dengan demikian, pengorbanan bisa berdimensi luas. Pengorbanan adalah sebagai sebuah konsekuensi logis dari keyakinan yang diperjuangan demi sebuah kebenaran.


”Dan mereka berkata: "Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami." Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh- tumbuhan) untuk menjadi rezki (bagimu) dari sisi Kami?. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS 28 ayat 57)

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walilaahilhamd
Bapak-bapak, ibu-ibu serta hadirin jama’ah shalat Idul Adha Rahimakumullah,

Sekedar merenungi kembali momentum Idul Qurban, Kesanggupan Nabi Ibrahim menyembelih anak kandungnya sendiri Nabi Ismail, bukan semata-mata didorong oleh perasaan taat setia yang membabi buta (taqlid), tetapi meyakini bahwa perintah Allah s.w.t. itu harus dipatuhi. Bahkan, Allah Taala memberi perintah seperti itu sebagai peringatan kepada umat yang akan datang bahwa adakah mereka sanggup mengorbankan diri, keluarga dan harta benda yang disayangi demi menegakkan perintah Allah. Dan adakah mereka juga sanggup memikul amanah sebagai khalifah Allah di muka bumi?

Hidup adalah satu perjuangan dan setiap perjuangan memerlukan pengorbanan. Tidak akan ada pengorbanan tanpa kesusahan. Justeru kesediaan seseorang untuk melakukan pengorbanan termasuk uang satu rupiah, tenaga dan waktu, akan benar-benar menguji keimanan seseorang.

Peristiwa berkorban Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail merupakan satu noktah kejadian yang dapat direnungi oleh semua manusia dari semua level usia dan latar belakang tingkat pendidikan. Dengan kata lain, semangat berkorban adalah tuntutan paling besar yang ada dalam lingkungan keluarga, masyarakat maupun, agama bangsa dan negara.




Silahkan dibaca

Senin, 02 November 2009

FACEBOOK Manfaat dan Mudharatnya

FACEBOOK Manfaat dan Mudharatnya

Belakangan ini, dunia maya dimeriahkan lagi dengan facebook.Sebenarnya, situs jejaring sosial tersebut sudah lama diluncurkan, yakni pada tanggal 4 Februari 2004. Namun, baru marak digunakan di Indonesia pada awal tahun 2009.


Sebenarnya, facebook bisa dikatakan pengembangan dari chatting dan email .Antarpengguna bisa saling berkrim surat elektronik. Kalau facebook, pengguna bisa langsung berkirim surat sekaligus foto. Selain itu, surat yang dikirim bisa diakses oleh orang lain, sesama jejaringnya. Jadi, siapa saja jaringan/teman maya si Fulan, bisa diketahui oleh orang lain.

Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Keanggotannya pada awalnya dibatasi hanya untuk siswa Harvard College. Setelah itu keanggotannya ditambah ke universitas-universitas lain di Amerika Serikat, hingga akhirnya facebook sangat fenomenal akhir-akhir ini. Bahkan banyak pihak menyatakan, facebook merupakan situs jejaring sosial paling sukses di dunia, melampaui Friendster yang merupakansitus serupa. Maka tak heran jika situs ini menjadi favorit sebagai media pertemanan atau silaturrahmi tanpa batas ruang dan waktu.

Berkaitan dengan maraknya penggunaan facebook dan piranti jejaring sosial sejenis, seperti friendster dan chatting untuk menjalin hubungan pertemanan, ternyata diam-diam diawasi oleh ulama. Baru-baru ini di Jawa Timur, sekitar 700 ulama dari jawa dan Madura berkumpul, untuk membahasnya dari sudut pandang agama. Dari momentum tersebut keluar fatwa yang sangat kontroversi, yakni mengharamkan penggunaan facebook secara berlebihan, seperti mencari jodoh maupun pacaran.

Adapun layanan friendster serta jejaring sosial sejenis lainnya tetap dinyatakan halal apabila digunakan sesuai dengan manfaat dan kegunaannya. Fatwa ini sesuai dengan hasil pembahasan dalam forum bahtsulmasail di Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtdien Lirboyo, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Salah satu perumus fatwa tersebut, Masruhan, menjelaskan larangan tersebut ditekankan pada adanya hubungan pertemanan spesial yang berlebihan. Apabila hubungan pertemanan spesial tersebut dilakukan untuk mengenal karakter seseorang dalam rangka menikahinya dengan keyakinan keinginannya akan mendapat restu dari orang tua, hal tersebut tetap diperbolehkan.

Di sini dilarang apabila penggunaan facebook hanya untuk mencari jodoh dan mengenal karakternya, serta tidak dalam proses khitbah (pinangan atau lamaran). Dasar penggunaan fatwa ini adalah antara lain Kitab Bariqah Mahmudiyah halaman 7, Kitab Ihya’ Ulumudin halaman 99, Kitab Al-Fatawi Al-Fiqhiyyah Al-Kubra halaman 203, serta sejumlah kitab dan tausyiyah dari ulama besar.

“Intinya yang kami hasilkan ini sesuai dengan ketentuan dalam agama, secara tegas sudah menyebutkan hubungan spesial tanpa maksud keseriusan adalah diharamkan,” ungkap Masruhan.

Dalam perkembangannya, fatwa ini pun menjadi perbincangan hangat di kalangan pengguna situs dunia maya tersebut. Banyak pihak menilai, fatwa ini terkesan sangat bias karena ditengarai dan dikhawatirkan menjadi ajang pergaulan bebas, perselingkuhan yang menjurus perzinahan, dan hal-hal negatif lainnya seperti penipuan dan kriminal dunia maya (cybercrime). Selain itu, fatwa haram facebook tersebut juga dinilai sebagai imbauan tak berdasar, memunculkan anggapan bahwa umat Islam belum dewasa.

Hal ini terutama jika facebook ditinjau dari sisi negatif saja. Pemanfaatan Facebook dalam rangka berkomunikasi guna menggali atau tukar ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kemashlahatan umat, hal itu tidak bisa dibilang haram. Tidak heran jika nanti akan keluar fatwa yangmengharamkan blog, internet, bahkan telepon selular atau HP, jika ditinjau dari segi negatif dan indikasi dosa saja.

Padahal, setiap inovasi dan produk teknologi informasi tidak lepas dari tindakan penyalahgunaan. Dan, kalau alasannya terkait ini sebenarnya sudah diatur dalam Undang-undang (UU) No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Pasal 27, misalnya, menyebutkan bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan: (i) yang melanggar kesusilaan; (ii) muatan perjudian; (iii) penghinaan dan/atau pencemaran nama baik; (iv) pemerasan dan atau pengancaman , dapat dikenakan penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal 1 miliar rupiah. Ketentuan itu juga dipertegas dalam Pasal 45 ayat (1).

Sambut Baik

Sementara itu ahli telematika KRMT Roy Suryo Notodiprojo menyambut baik rekomendasi fatwa mengenai status hukum dalam Islam terhadap facebook dan jejaring soial lainnya. ”Saya tidak memilki kapasitas untuk mengomentari halal haram, tapi saya menyambut baik rekomendasi itu,” katanya.

Pihaknya mengajak masyarakat untuk berpikiran positif terhadap rekomendasi itu sebagai upaya untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan fasilitas jejaring tersebut.

“Saya sendiri salah satu orang yang pernah dirugikan dalam penyalahgunaan facebook. Di internet, ada 26 facebook atas nama Roy Suryo, tapi hanya satu yang asli dan itu memang saya sendiri yang membuat,” kata calon anggota DPR RI dari Partai Demokrat itu.

Menurut dia, sebenarnya ancaman pidana terhadap pelaku penyalahgunaan teknologi informasi sudah diatur dalam Pasal 1,2,3, dan 4 Undang-undang No 11 / 2008. “Undang-undang itu sebenarnya sudah cukup. Tapi tidak apa-apa kalau memang perlu difatwakan pula. Hanya, perlu ada penegasan bahwa tidak semua teknologi berdampak buruk. Memang ada beberapa persen, tapi tidak semuanya,” katanya.

Hal ini senada dengan pendapat Prof. H. Asywadie Syukur Lc. Menurutnya, keberadaan facebook---salah satu sarana komunikasi lewat dunia maya---bisa haram bisa tidak. Sebagai contoh, pemanfaatan facebook dalam rangka berkomunikasi guna menggali atau tukar ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kemashlahatan umat, hal itu tidak bisa dibilang haram. Namun, bila pemanfaatan facebook untuk berkomunikasi dalam hal-hal terlarang, baik antara hukum positif di Indonesia maupun menurut norma-norma Islam, maka penggunaan sarana tersebut bisa dikategorikan haram.

“Semua teknologi yang ada di dunia ini selalu bisa digunakan untuk hal positif dan negatif. Tergantung berada di tangan siapa teknologi itu. Misalnya saja sebuah pistol di tangan polisi akan menjadi bermanfaat untuk menumpas kejahatan. Tetapi di tangan seorang perampok, pistol bisa digunakan untuk membunuh korbannya.

Google bagi seorang mahasiswa seperti saya bisa digunakan untuk mencari materi kuliah, tapi ditangan orang lain bisa saja digunakan untuk mencari video porno, gambar porno dan sejenisnya. Begitu juga dengan facebook, di tangan saya facebook bisa digunakan untuk menjelek-jelekkan orang lain.”

Berdasar ilustrasi tersebut, penggunaan facebook sebenarnya bisa mendatangkan manfaat dan dalam waktu bersamaan bisa juga mendatangkan mudharat. Hal itu sangat bergantung pada usernya, digunakan untuk hal-hal positif atau negatif.

Manfaat facebook antara lain :

Pertama, dapat mencari teman yang sudah terpisah sekian lama. Contohnya teman waktu sekolah dari tingkat SD sampai Universitas, teman masa kecil yang pernah dibesarkan dalam satu kampung dan teman-teman lainnya yang sudah terjamah dengan teknologi. Kedua, dapat mencari tambahan penghasilan. Contohnya : bisa dijadikan ajang marketing bagi yang sudah mempunyai bidang usaha. Ketiga, menjadi tempat bersilaturrahmi versi dunia maya. Keempat, sarana pembentukan identitas. Apa ang tidak bisa diekspresikan di dunia nyata, bisa diekspresikan di dunia virtual meskipun tidak sepenuhnya yang ditampilkan itu adalah identitas sebenarnya. Termasuk, latihan menuangkan gagasan atau lisan, seperti layaknya wartawan.

Adapun sisi mudharat facebook antara lain :

Pertama, mengganggu kesehatan. Menurut ahli psikologi Inggris, dr. AricSigman, pengaruh facebook membuat orang terpisah satu sama lain karena keasyikan berinteraksi secara virtual. Fenomena tersebut dapat menimbulkan efek biologis. Kurangnya pertemuan face to face bisa mengubah kerja gen, level hormon, fungsi arteri dan mempengaruhi keadaan mental. Keadaan tersebut diklaim bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan serius seperti kanker, stroke, sampai demensia. Situs jejaring berperan penting membuat orang semakin terisolasi.

Kedua, meminimalisasi interaksi sosial. Sebagaimana diketahui bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa bersosialisasi, lebih baik bercengkrama 20 menit dengan tetangga daripada ber-facebook ria selama 2 jam nonstop. Lebih baik bercengkrama dengan keluarga 20 menit daripada ber-facebook ria berjam-jam. Ketiga cinta lama bersemi kembali. Keempat, menjadi kecanduan. Orang yang tidak bijak dalam memanfaakan facebook akan terkurung narsisme individual dan terisolasi dari dunia nyata. Mereka yang kecanduan merasa sudah punya banyak teman di dunia maya, lalu engan menjalin relasi dengan sekitarnya. Hidup menjadi terkurung dalam dunia virtual. Kelima, menurunkan produktivitas kerja. Facebook dapat menurunkan produktivitas kerja karyawan, sehingga beberapa perusahaan sudah memblokir akses ke facebook di kantornya.

Bagaimana bisa berprestasi jika karyawannya kecanduan dunia maya tersebut. Keenam, menurunkan gairah belajar. Menurut studiyang dilakukan oleh Ohio State University, semakin sering Anda menggunakan facebook, semakin sedikit waktu Anda belajar dan semakin buruklah nilai-nilai mata pelajaran Anda. Demikian laporan studi dengan mengambil sampel 219 mahasiswa Ohio State University tersebut.

Silahkan dibaca
Rohis of : smaracatur powered by joybie